Minggu, 10 Maret 2019

Korean Magic Love (episode 2)


KOREAN
MAGIC
LOVE


EPISODE 2: Awal yang Sebenarnya, telah dimulai!
 

-Seoul, 26 Desember 2015
Sesampainya di kota seoul akupun terdiam sejenak didepan stasiun terpaku melihat keindahan kota Seoul yang belum pernah kudatangi sebelumnya. Dari kejauhan aku melihat Namsan tower yang mejulang tinggi sebagai salah satu ikon kota Seoul. Dari stasiun Namyeong aku melangkahkan kakiku kesebuah penginapan yang dekat dengan stasiun Namyeong, karena belum mendapat tempat tinggal atau kost, aku menitipkan barangku dikamar yang telah aku boking. Akupun mulai mengintari kota seoul untuk mecari pengiapan yang layak serta murah untuk para mahasiswa.
Setelah seharian berkeliling, akhirnya akupun mendapatkan tempat kost yang layak dan terjangkau di dekat Seoul National University, yang merupakan kampus tempatku akan berkuliah nantinya.
Akupun mulai masuk dan memeriksa dalam kostan tersebut, didalamnya terdapat tiga kamar tidur, yang artinya bukan hanya aku yang akan tinggal disini. Aku memilih kamar yang memang kosong dan hanya memiliki satu ranjang. Sedang dua kamar lainnya nemiliki dua ranjang yang tersusun bertingkat dan sudah ada yang menempati. Ruang tamunya cukup luas dan bersatu dengan dapur, serta memiliki satu kamar mandi. Aku tidak menemui seorangpun didalam rumah, mungkin mereka masih cuti atau masih dikampus.
Setelah keluar bersama ibu kost, ia pun berkata bahwa besok aku sudah dapat tinggal disini. Akupun berpamitan dengan menundukan badan *bow tanda sopan.
Kemudian, aku kembali kepenginapan untuk beristirahat dan meghilangkan penat setelah seharian berkeliling kota Seoul yang terbilang cukup luas. Setelah membeli beberapa roti dan buah sebagai pengganjal perut dikedai makanan.
Keesokan harinya usai menunaikan sholat subuh, akupun cekout dari peginapan dengan membawa satu koper dan ransel yang cukup berat terlebih karena saat ini sedang musim dingin dan jalan tertutup salju, mejadi penghambat perjalananku menuju kost yang cukup jauh. Akupun berangkat menggunakan bus dengan memakan waktu hampir dua jam.
Sesampainya didepan kost, akupun mulai memencet bel pintu. Kemudian ada seorang gadis yang dengan cepat membukakan pintu. Dia terlihat sangat cantik dan ramah. Kamipu saling tersenyum canggung.
“Annyeonghaseyo…” akupun menyapanya terlebih dahulu.
“oh.. annyeonghaseyo… kamu anak baru itu ya (menggunakan bahasa korea)”
“Ne...” (jawabku singkat). gadis itu kemudian mempersilahkan aku masuk. Ketika aku masuk, aku bertemu dengan tiga gadis lainnya yang sedang asyik bercerita sambil menyantap sarapan mereka dimeja makan.
“hei kalian… ini anak baru yang kemarin kesini… sapalah!” ucap gadis yang kutemui terlebih dahulu tersebut.
“Annyeonghaseyo… joneun Oh Hana imnida, jal puttak derimnida…(halo, nama saya Oh Hana mohon bantuannya)”
“hai! Aku Hong Jisoo… panggil saja Jisoo sunbae (senior)” ucap gadis yang duduk di sudut di meja makan paling pojok sambil asik menyantap buah apel hijau ditangannya.
“umur kamu berapa Hana-ssi…?” lanjutnya.
“eoh, umur aku 20” jawabku.
“namaku Sung Siwon… karena kita seumuran panggil saja aku siwon” lanjut gadis bermata sipit yang sedang mencuci piring.
“kalau aku Yoon Minah... mereka sering memanggilku Yoon sunbae” ucap gadis yang masih asik dengan roti pangganya tersebut.
“kalau namaku Motohiro Mina… panggil saja Mina eonni… aku dari jepang” lanjut gadis yang membukakan pintu untukku tadi.
Aku terkejut saat Mina eonni mengatakan kalau dia dari jepang karena wajahnya seperti orang korea asli. Begitupun aku, tidak akan ada yang mengetahui kalau aku dari indonesia kalau aku tidak mengatakannya, karena visualku yang dianugrahi memiliki wajah seperti orang korea pada umumnya karena ayahku adalah asli orang korea namun telah lama bekerja dan tinggal di indonesia dan karena itupula bahasa Koreaku telah sangat fasih walau tinggal di Indonesia, karena sejak kecil orang tuaku telah mengajarkan dua bahasa sekaligus.
“kalau kamu dari mana” tiba-tiba Jisoo sunbae menanyakan asaku darimana.
“Aku?” akupun terdiam sejenak. Aku bingung untuk menjawab apakah aku harus menjawab kalau aku dari indonesia, aku takut mereka akan risih dan membeda-bedakan aku dengan yang lain.
“aku dariiii… dari Busan… iya Busan hee” ucapku singkat dan tersenyum canggung.
“wahh benarkah? aku juga dari Busan…” sambut Siwon.
“akhirnyaaa aku bertemu orang sekampungku…hai teman tinggallah di kamarku, aku akan menyingkirkan Jisoo Sunbae” ucap Siwon asal bicara.. sambil menyalam tanganku.
“hei kau mau mati!.. kau saja yang tinggal di gudang sana” bentak Jisoo sunbae sambil melotot. Akupun hanya tersenyum melihat tingkah mereka.
Dan merekapun percaya kalau aku memang asli orang busan karena bahasa koreaku yang fasih dan saat masih dibusan aku sering menggunakan logat satturi. Setidaknya untuk saat ini aku akan merahasiakan identitasku, sampai menunggu waktu yang tepat untuk menceritakan semua pada mereka.
Siwon dan Mina eonni kemudian membantu membawakan barang-barangku kedalam kamar. Mereka memberi tahu berbagai peraturan didalam kost dan mengatakan padaku untuk bersikap santai dan lebih akrab dengan anak kost lainnya.
Mina eonni keluar lebih dulu setelah berpamitan, sedang Siwon masih betah dikamarku dan menanyakan beberapa hal. Sambil duduk diranjang kamarku sedang aku tengah membenahi dan merapikan barang barangku.
“kamu kuliah diman?” tanya Siwon basa-basi.
“di Hankuk University” jawabku selagi merapikan barang-barangku.
“aku juga… semua anak kost disini berkuliah disana, jadi kita bisa berangkat bersama pergi kuliah”
“jurusan apa?” sambungnya.
“Sastra Korea… kalau kamu?” tanyaku balik.
“aku jurusan seni…lebih tepatnya seni musik”
“wuah daebak berarti kamu pandai memainkan alat musik dong…” sahutku langsung.
“yahh begitulah…” jawabnya dengan santai.
“lagipula aku baru masuk kuliah juga sama sepertimu” Sambung Siwon.
“kalau sunbae-sunbae yang lainnya jurusan apa saja” tanyaku lagi.
“emm kalau Mina eonni jurusan sastra korea sama sepertimu, kalau Jisoo sunbae jurusan psikologi, mereka berdua satu tahun diatas kita. sedangkan kalau Yoon sunbae jurusan sejarah, dia sunbae paling senior disini karena sudah smester akhir.” jawab siwon menjelaskan.
Kamipun masih lanjut bercerita seputar kuliah dan saat aku masih dibusan, Siwon adalah gadis yang sangat terbuka meurutku dikesan pertama bertemu dengannya dan dia sangat asik diajak bicara.
Tanpa terasa waktu telah memasuki waktu sholat zuhur. Akupun berpamit pada Siwon untuk pergi kekamar mandi, kemudian Siwon ikut keluar dari kamarku.
“oyy.. anak baru… nanti sore kita semua akan pergi ke sauna, apa kau mau ikut?” tanya Jisoo sunbae.
“nae sunbae” jawabku singkat mengiyakan, dan langsung lari ke kamar mandi untuk mengengambil wudhu.
Selepas berwudhu, aku masuk kekamar dan mengunci pintu untuk melaksanakan sholat zuhur. Karena aku masih menutupi indentitasku sebagai muslim, lagi-lagi dengan alasan bahwa aku takut mereka akan risih denganku.
Usai sholat, aku meletakkan mukna dan sajadahku didalam lemari. Dan keluar kamar mencoba untuk membaur dengan anak kost yang lainnya. Sambil menonton tv atau lebih tepatnya drama korea diruang tengah, Siwon si gadis aktif, meceritakan berbagai lelucon-lelucon menarik yang membuat kami semua tertawa. Mereka semua sangat ramah terhadapku yang baru mereka kenal. Ternyata yang dikatakan kak Anissa dan Hanbin oppa tidak sepenuhnya benar tentang orang Seoul yang tidak ramah, buktinya mereka semua sangat ramah padaku seperti orang-orang Busan.
Setelah menonton tv dan bercerita bersama, kamipun melanjutkan recana kami untuk kesauna. Karena cuaca yang begitu dingin, maka dari itu kami mencari tempat yang bisa menghangatkan tubuh kami, yaitu yang tak lain adalah sauna.
Meski aku merasa masih canggung namun merekalah yang lebih berbicara banyak padaku, terutama Siwon dan Jisoo sunbae yang dipanggil oleh anak kost lain dengan sebutan ahjumma couple, karena sangat cerewet dan selalu membicarakan sesuatu yang penting maupun tidak penting sama sekali.
Hal itulah yang menjadi beberapa alasan yang membuat aku lebih nyaman dengan para gadis-gadis yang baru kukenal tersebut. Karena mereka bisa dijadikan teman dan kakak yang baik menurutku dikesan pertama bertemu mereka.
Mebuatku bisa menjadi diri sendiri jika bersama dengan anak-anak kost tersebut. Sehingga mempermudahku selangkah untuk berbaur dengan orang-orang korea asli serta mejadi tiang penyangga untukku dikala aku membutuhkan bantuan. Kuharap semua akan berjalan dengan baik dari hari pertamaku bersama mereka, hingga hari-hari berikutnya.
***



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Korean Magic Love (episode 3)

KOREAN MAGIC LOVE EPISODE 3:   D-DAY! -Seoul, 2 Februari 2016 Setelah melalui berbagai tes, mulai dari tes tertulis ...